Suatau hari seorang Profesor Universitas sedang memegang botol Air minum, dia bertanya pada mahasiswanya berapa berat botol minum ini?Satu mahasiswa berteriak 500 gram, ada yang menjawab 600 gram dari arah belakang. Sambil menatap mahasiswanya profesor berkata kita tidak tahau pasti beratnya sebelum kita menimbang botol ini.



‘‘Bayangkan apa yang terjadi jika kita memegang botol ini beberapa menit?” salah satu mahasiswa menjawab tidak terjadi apa apa, Profesor itu berkata lagi “Bagaimana jika saya memegangnya selama beberapa jam?” Dan seorang Mahasiswa menjawab “Lenganmu pasti Sakit” Profesor itu berkata “Bagaimana jika saya memegang botol ini selama 24 jam” seorang Mahsiswa menjawab “Lenganmu pasti sangat sakit” ,Kemudian Profesor itu menjawab “Perhatikan bahwa berat botol ini tidak berubah sama sekali… yang berubah hanya berapa lama kamu memegang botol ini” 

Pelajaran yang bisa didapat Mahasiswa dan kita dari Profesor adalah, …botol itu melambangkan Tantangan, Masalah, Kekhawatiran dan kecemasan kita tentang Ketidakpastian, Sehingga semakin lama kita memegangnya semakin menderitalah diri kita. Mahatma Gandhi berkata, “Saya tidak akan membiarkan orang lain mengijak pikiran saya dengan kaki yang kotor.” Tapi sebenarya kaki kitalah yang sering mengotori pikiran kita sendiri.

Memaafkan dan melepaskan serta kemampuan untuk bangkit menghadapi kesulitan yang disebabkan orang lain, adalah kemampuan yang sangat penting. Karena kita perlu belajar untuk menerima permintaan maaf yang tidak pernah kita terima, Saya percaya bahwa kamu tidak pernah bisa memperbaiki dirimu dengan cara menghancurkan orang lain.



Kita menyadari dengan menyimpan perasaan negatif terhadap seseorang akan menyakiti pikiran kita sendiri, tapi jika kita mampu memaafkan, Bangkit dan melepaskan.. dan menyadari bahwa penyembuhan dalam dirilah yang mampu mengatasi masalah diluar diri. Tentu ini tidak mudah kita merasa disakiti, kadang diluar batas, kepercayan kita sudah disalahgunakan dan alasan lain yang membuatmu hancur.

Memamafkan bukan berarti menerima perbuatan mereka , tapi mencegahnya agar perbuatan itu tidak menghancurkan kita, ego kita menginginkan orang lain membalas perbuatan mereka terhadap kita, tapi sebaiknya kita belajar untuk menempatkan diri kita dalam posisi mereka.

Artikel Terkait - - -

0 komentar untuk Cara Belajar Memaafkan, Bangkit dan Melepaskan

Berkomentarlah dengan kata yang baik, dilarang menyisipkan link aktif di dalam komentar, jika ingin menyisipkan emoticon silakan lihat kodenya di tab "Emoticon", dan komentar selalu dimoderasi.